Manado–Badan Tadzkir Mahasiswa Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) kembali mengukir prestasi dengan sukses menyelenggarakan Musyawarah ke-1 yang dilaksanakan Minggu (22/4), di Kampus Kawasan Mega Mas Manado. Kegiatan Musyawarah diawali dengan acara pembukaan oleh Rektor UTSU Drs. Tonny Wangania, Msi yang diwakili Rahmat Pekaya, Skom. Pimpinan UTSU sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.
“Pimpinan UTSU sangat memberikan apresiasi terhadap kehagitan ini dan Rektor berharap musyawarah berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang baik,” tutur Pakaya.
Acara pembukaan tersebut selain dihadiri oleh mahasiswa, nampak juga sejumlah Dosen, Alumni UTSU dan Pengurus Senat.
Setelah seremoni pembukaan, persidangan dimulai dengan pembahasan agenda acara dan tata tertib sidang yang dipimpin oleh Ketua Steering Committee Deydi Mokoginta, setelah semua peserta sidang hadir dan menyatakan sidang memenuhi quorum, steering memilih pimpinan siding tetap yaitu Irma Bayihi dan didampingo dua anggota.
Adapun persidangan yang dilaksanakan terdiri dari sidang pleno dan siding komisi yang mengagendakan pembahasan rancangan anggatan dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Badan Tadzkir UTSU, program kerja 2012-2013 dan pemilihan Ketua Badan Tadzkir serta pengesahan logo.
Musyawarah yang dimulai sejak pukul 10.00 Wita ini berjalan cukup ramai karena semua peserta sangat aktif dalam memberikan interupsi. Persidangan semakin panas ketika memasuki sidang peleno pemilihan ketua, pada pemilihan putaran pertama sebanyak 7 orang calon ketua yang dipilih, karena tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, sehingga dua calon yang memperoleh suara terbanyak yakni Afrisal dan Asdar Ibrahim melanjutkan pertarungan pada putaran kedua.
Disinilah suasana samakin tegang bahkan pimpinan sidang tercatat dua kali menskorsing sidang dan memberikan esempatan kepada kedua pendukung calon untuk melakukan lobi-lobi. Suasana mencair ketika pimpinan siding menanyakan kesiapan dari dua calon yang bertarung pada putaran kedua.
Diluar dugaan Afrisal yang didukung 65 persen suara menyatakan mundur dari pencalonan, dengan demikian sidang memutuskan Asdar sebagai Ketua Badan Tadzkir terpilih. (sumber : beritamanado.com)